Archive for the Uncategorized Category

Posted in Uncategorized on July 3, 2008 by putrayasa

PIC LENS

Berbicara dengan topic ‘ pic lens kayak nya seru juga untuk di coba di computer anda masing-masing trutama dengan gaya animasi picture-piture yang bisa membuat daya tarik kita untuk melihat foto semakin indah , mantap sejuk di lihat…

Pic Lens sudah saya coba hasil nya bagus juga dan sekarang semua teman-teman saya kini mencoba nya dengan menginstal, mungkin beberapa temen-teman yang lain sudah ada yang mencoba nya ,langkah pertama untuk melihat hasil nya mari ikuti cara di bawah ini

*. Anda klik Internet Explorer atau juga Mozilla Firefox.

*. Klik menu bar di atas mulai dari tools selanjut nya Klik Add-ons.

*. Selanjut nya Klik Get_Exstentions.

*. Cari Search ketik ‘ Pic Lens ‘ Enter.

*. Sortir scroll ke bawah cari ‘Pic Lens’ dan langsung Klik Add To Firefox ( Windows ) .

*. Selanjut nya lakukan Instalation.

*. Restart Firefox

*. dan coba jalan kan seperti contoh Firndster anda.

*. Cari foto-foto anda dan jalan kan dengan anak panah yg ada di ficture anda.

*. Ok selamat mencoba.

Hasil nya jika sudah dijalankan seperti di bawah ini.

Bay : Rai

Posted in Uncategorized on June 24, 2008 by putrayasa

1.Konfigurasi LAN
a. LAN (Local Area Network)

b. Jardiknas

2.INSTALASI INTERNET

NON ISP : JARDIKNAS
IP PUBLIC : -
BANDWITH :

ISP : ENPROVNET
IP PUBLIC : 1
BANDWITH :

3.Routing Type

a.LAN (Local Area Network)

3.NAT

a.Jardiknas

NAT JARDIKNAS Dinas Pendidikan Kota Magelang adalah statis

NAT Tabel:

b.Nat LAN (Local Area Network)

NAT LAN Dinas Pendidikan Kota Magelang adalah statis

NAT Tabel :

Posted in Uncategorized on June 24, 2008 by putrayasa

KEAMANAN JARINGAN

Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan

yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untukmengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial.

Ilustrasi mengenai Firewall

Ilustrasi mengenai Firewall

Jenis-jenis Firewall

Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut:

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Personal Firewall: Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk firewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari firewall jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1), Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Network Firewall: Network Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris. Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.

Taksonomi Firewall

Taksonomi Firewall

SETTING FIREWALL PADA WINDOWS XP

Bridge dalam sebuah jaringan (network) dapat diartikan sebagai sebuah jembatan. Kalau dianalogikan dalam kehidupan nyata, jembatan digunakan sebagai sarana penyeberangan yang bisa dilalui oleh siapa saja. Dengan kata lain, bridge dalam network digunakan sebagai media komunikasi untuk melewatkan sebuah paket dari suatu network ke network yang_lain.

Dalam membangun sebuah Local Area Netwotk (LAN), biasanya menggunakan Kabel UTP dengan susunan Straigh atau Crossover dengan Connector berupa Jack RG-45. Kalau susunan kabel Straigh biasa dipakai untuk menghubungkan dua PC atau lebih dengan memakai Hub/Switch, sedangkan untuk menghubungkan dua PC atau lebih dengan susunan kabel Crossover cukup dengan menggunakan NIC atau Card LAN saja.

Untuk memahami fungsi Bridge dalam sebuah Network perhatikan Ilustrasi berikut :

Ilustrasi 1. PC 1 <—–> HUB <—–> PC 2 = STRAIGH

Ilustrasi 2. PC 1 <—–> NIC 1 <—–> PC 2 <—–> NIC 2 <—–> PC 3 = CROSS

Pada Ilustrasi 1 tidak akan dibahas kali ini, karena saya yakin semua sudah paham dan mungkin sudah sering menghubungkan sebuah PC ke PC yang lain dengan menggunakan Switch/Hub. Namun untuk Ilustrasi 2, tidak semua orang biasa melakukannya. Karena ada anggapan sebagian orang bahwa dengan menggunakan kabel Cross hanya untuk 2 PC saja, anggapan tersebut jelas keliru. Nah, kali ini saya sharing pengalaman bagaimana cara menghubungkan 3 PC atau lebih cukup dengan menggunakan NIC saja seperti pada Ilustrasi 2.

Solusi dari kasus di atas, dibutuhkan 4 (empat) buah NIC yang dipasang pada masing-masing PC. Pada PC 2 dipasang 2 (dua) buah NIC. Ikuti Instruksi berikut dengan benar :

1. PC 1 ==> IP : 192.168.0.3 NM : 255.255.255.0

2. PC 2 ==> (NIC 1) IP : 192.168.0.1 NM : 255.255.255.0

==>(NIC 2) IP : 192.168.0.2 NM : 255.255.255.0

3. PC 3 ==> IP : 192.168.0.4 NM : 255.255.255.0

Settingan ini saya lakukan pada PC 2 dengan 2 (dua) NIC, kedua NIC bermerek sama Intel(R) PRO/100. Lakukan setting pada Kedua NIC dengan langkah berikut :

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Open My Network Place,

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Klik kanan pada Local Area Connection 2 (NIC pertama), pilih properties, klik ganda pada tab Internet Protokol (TCP/IP), isikan dengan konfigurasi sebagai berikut :

IP : 192.168.0.1
NM : 255.255.255.0

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Klik kanan pada Local Area Connection 3 (NIC kedua), pilih properties, klik ganda pada tab Internet Protokol (TCP/IP), isikan dengan konfigurasi sebagai berikut :

IP : 192.168.0.2
NM : 255.255.255.0

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Langkah berikutnya, blok kedua Icon Network tersebut (NIC 1 dan NIC 2), Klik kanan, pilih Bridge.

Sekarang sudah ada sebuah Icon baru dengan nama Network Bridge

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Tahap selanjutnya adalah meaktifkan Bridge yang sudah terbentuk agar berfungsi sebagai media komunikasi untuk melewatkan paket dalam sebuah network, karena tidak serta merta Bridge tersebut dapat langsung berfungsi sebelum dilakukan konfigurasi selanjutnya.

Klik kanan pada Icon Network Bridge, pilih Properties, Klik ganda pada tab Internet Protocoll (TCP/IP).

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Untuk mengaktifkan sebuah Bridge, kita perlu sebuah alamat IP lagi (IP address tambahan) yang berfungsi sebagai pengganti (replace) NIC 1 dengan NIC 2. Dimana IP address baru ini mewakili masing-masing IP address NIC 1 dan NIC 2, yang selanjutkan akan dipakai sebagai IP Address pada PC 2.

Misalkan IP Adress baru, dengan konfigurasi sebagai berikut :

IP : 192.168.0.5
NM : 255.255.255.0

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Sampai pada tahap ini berarti kerja Anda sudah selesai, sehingga dapat digambarkan bahwa sekarang terjadi perubahan susunan IP Address pada PC 2 dengan kondisi seperti berikut :

SEBELUMNYA :

PC 1 ==> IP : 192.168.0.3 NM : 255.255.255.0
PC 2 ==> (NIC 1) IP : 192.168.0.1 NM : 255.255.255.0

==>(NIC 2) IP : 192.168.0.2 NM : 255.255.255.0

PC 3 ==> IP : 192.168.0.4 NM : 255.255.255.0

SETELAH MENGGUNAKAN BRIDGE :

PC 1 ==> IP : 192.168.0.3 NM : 255.255.255.0

PC 2 ==> (BRIDGE) IP : 192.168.0.1 NM : 255.255.255.0

PC 3 ==> IP : 192.168.0.4 NM : 255.255.255.0

Keterangan : IP NIC 1 dan NIC 2 sudah digantikan dengan Ip Address Bridge

<!–[if !supportLists]–>8. <!–[endif]–>Apabila setting Bridge yang Anda lakukan benar, maka Network Bridge akan terlihat seperti berikut :

Atau lihat Icon My Network Places pada Toolbar sebelah Kanan bawah Desktop Anda.

Setting dianggap benar apabila tidak ada Icon yang diberi tanda silang.

<!–[if !supportLists]–>9. <!–[endif]–> Untuk membuktikannya, lakukan pengujian dari masing-masing PC

<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Dari PC 1 ke PC 3 = ping 192.168.0.4 -t

<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Dari PC 3 ke PC 1 = ping 192.168.0.3 -t

Atau lakukan sebaliknya. Jika hasilnya Reply berarti Anda sudah sukses.

Selamat mencoba.

Konpigurasi Cisco Router

Posted in Uncategorized on June 22, 2008 by putrayasa

Posted in Uncategorized on June 18, 2008 by putrayasa

Konsep Sistem Client-Server

Pendahuluan

Diawal perkembangannya perangkat komputer adalah barang yang mahal dan mewah. Pengembangan dan pengoperasiannya rumit dan terpusat. Namun seiring dengan berjalannya waktu yang tadinya proses tersentralisasi dikembangakan menjadi proses terdistribusi sampai pada end user. Hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi LAN (Local Area Network) di pertengahan tahun 1980 an. Dengan LAN sebuah PC dapat melakukan komunikasi satu dengan lainnya dan dapat saling berbagi resource baik perangkat keras ataupun database. LAN mampu memberikan interkonektivitas yang tidak pernah ada sebelumnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan sebuah komputer pemproses yang memfasilitasi dan melayani proses sharing semua resource yang ada. Perangkat ini disebut dengan Server. Untuk melakukan Sharing File biasanya dibutuhkan sebuah File Server begitu juga untuk sharing Printer dibutuhkan sebuah Printer Server. Namun ternyata hal seperti ini belumlah cukup. Jumlah PC yang bertambah dengan sangat cepat seiring dengan berkembangnya sebuah organisasi. Jumlah end user dan client juga bertambah banyak. Kebutuhan akan perangkat menjadi bertambah pula, tidak hanya membutuhkan sebuah printer server, juga dibutuhkan server-server lainnya seperti server pengolahan gambar, server pengolahan suara, dan lainnya. Server-server ini dengan database dan applikasinya harus dapat diakses oleh beberapa PC, ataupun diakses oleh sebuah komputer mainframe melalui sebuah LAN. Sistem seperti ini disebut Sistem Client Server seperti digambarkan pada Gambar 1 dibawah ini.

Komponen dan Fungsi Sistem Client Server

Gambaran umum konfigurasi Client Server diperlihatkan pada gambar 2. Dengan pendekatan Client Server setiap PC dapat melakukan secara independen sebuah pemrosesan lokal dan mensharing perangkat enterprise melalui LAN. Untuk kasus yang lebih luas kemampuan akses dapat dilakukan melalui MAN (Metropolita Area Network) atau WAN (Wide Area Network). Sebuah database dan program applikasi enterprise misalnya diletakan pada sebuah server dimana setiap end user dapat melakukan akses melalui Client Processor, LAN dan Server seperti pada gambar 3.

User

User disini adalah end user yang mengakses client untuk mendapatkan sebuah layanan. End user bisa saja seorang manager perusahaan, professional, karyawan di sebuah perusahaan, atau pelanggan. Ada timbul sedikit kerancuan. Pelanggan dalam sebuah bisnis atau perdagangan disebut dengan client, tapi client ini adalah manusia, jangan dibingungkan dengan istilah client pada pemrosesan komputer. Dapat kita katakan sebuah user atau end user adalah ketika melakukan proses akhir menggunakan sistem client server.

Client

Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan. Applikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada. Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.

Network dan Transmisi

Server dan client dapat terkoneksi dengan sebuah media transmisi. Media transmisi ini dapat berupa kabel, wireless, atau fiber. Dengan media ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk melakukan enterprice network lebih besar dalam sebuah workgroup atau departemen. Untuk itu dibutuhkan interoperability sebagai contoh operasi dan pertukaran informasi yang heterogen melalui berbagai perangkat software dalam jaringan. Esensinya adalah keterbukaan dalam melakukan pertukaran baik komponen dan software yang berasal dari vendor yang berbeda-beda. Dengan interoperability baik vendor dan customer akan mendapatkan keuntungan.

Interoperability memberikan dampak pada arsitektur jaringan. Awal sebuah arsitektur jaringan adalah SNA namun arsitektur ini bersifar proprietary dan tidak terbuka dengan vendor lainnya. Kemudian sebagian besar orang beralih ke OSI yang di standarkan oleh ISO (International Standards Organization). OSI banyak di gunakan di Eropa namun kurang berkembang di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat muncul TCP/IP yang kemudian di dukung oleh Unix User Group.

Servers

Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI (Graphic User Interface), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.

Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.

Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing. Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :

  1. Network Management

  2. Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik

  3. Penyimpanan

  4. File Sharing

  5. Batch processing

  6. Bulletin Board access

  7. Facsimile transmission

Pemrosesan Database

Beberapa prinsip pemrosesan data pada server termasuk didalamnya adalah integritas, sekuriti, dan recovery data. Enterprise data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan membutuhkan sebuah integrasi, pengaksesan data yang di kendalikan dan kelola dengan securiti yang baik, dan recovery data dapat dilakukan jika terjadi kegagalan sistem.

Beberapa data management dilakukan secara otomatis. Biasanya dilakukan oleh DBMS yang berada di Server yang mengontrol akses diantara pemprosesan multiple sistem dan mengintegrasikan akses data melalui network management.

Pemrosesan Applikasi

Data digunakan oleh program applikasi yang mana sebagian besarnya berada di server. Ada beberapa applikasi client server yang disediakan oleh vendor. Tools applikasi ini menjadikan pengembangan sistem client-server menjadi lebih kompetitif. Pengembangan applikasi client-server dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni :

  1. Fungsi pemprosesan didistribusikan diantara client dan server. Porsi dari client dijalankan oleh end user dengan menggunakan bahasa pemrograman database seperti SQL yang memberikan semacam request data dan kemudian mengekstrak data tersebut dari lokasinya dimana semua proses tersebut dikontrol oleh sistem operasi.

  2. UI dan GUI menjadi lebih sering digunakan karena tingkat kemudahan penggunaan menjadi lebih penting.

  3. Digunakannya Advance networking seperti LAN

  4. Code generator juga digunakan, Metodelogi Objeck Oriented akan menambah tingkat penggunan.

  5. Tools pengembangan seperti SQL Server, FLOWMARK, Progress, ObjectView, Oracle menjadi sangat diperlukan

Ketika sebuah applikasi diproses dan permintaan akan data dilakukan oleh client, maka hasilnya dikirimkan melalui LAN. Hasil dari applikasi tersebut dapat saja dilakukan perubahan bentuk untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Semuanya ini dilakukan di sisi client oleh end user melalui UI (User Interface). Diagram skematik pendekatan client server ditunjukan pada gambar 4.

Gambar 4- Applikasi Sistem Client Server

Keuntungan Sistem Client Server

  1. Mengurangi tanggung jawab dan biaya overhead

  2. Kontrol biaya operasional dan pengembangan yang lebih mudah

  3. Waktu respon yang lebih baik dalam pemrosesan.

  4. Akses data yang lebih besar bagi perusahaan. Sistem Client server mengamankan transaksi data dan menyimpannya pada server untuk kemudian dapat di sharing, dimanipulasi, dianalisa secara lokal.

  5. Memungkinkan pendistribusian proses dari tersentralisasi menjadi desktop computing

  6. Menawarkan kooperatif prosesing antara individu dan group antar departemen, geografis dan zona waktu.

  7. Rewriting software pada sistem client server memberikan keuntungan untuk mendapatkan sistem yang terintegrasi dan memberikan efisiensi.

  8. Menawarkan friendlu interface pada end user khususnya pada knowledge worker dan customer.

  9. Keterlibatan yang lebih untuk end user pada implementasi IT.

  10. Arsitektur terbuka dan sistem terbuka memberikan fleksibilitas dalam memilih konfigurasi hardware yang berbeda, network, dan DBMS dari berbagai vendor.

Hambatan Implementasi Sistem Client Server

Organisasi

  1. Skill personel yang kurang memadai untuk implementasi sistem client server.

  2. Anti perubahan terhadap teknologi baru.

  3. Biaya konversi

  4. Membutuhkan koordinasi dan kontrol yang lebih pada end user.

Teknologi

  1. Membutuhkan infrastruktur LAN dan WAN

  2. Skill dan peralatan yang belum memadai

  3. Belum adanya pemahaman dan pengalaman dalam merencanakan sistem client server

  4. Tidak tersedianya produk dan tools pengembangan sistem client server

  5. Sedikitnya applikasi client server

  6. Sedikitnya standar nasional dan internasional untuk sistem client server.

Artikel ini Disadur dari : The Client Server Paradigm, Bill Foy, Vice President of Micro Systems, 1998

Bacaan Orang Iseng

Posted in Uncategorized on June 13, 2008 by putrayasa

Chameleon WebGIS Framework

Artikel ini mengenalkan sebuah tools yang digunakan untuk mempermudah membangun applikasi pemetaan WebGIS dengan webserver yakni Chameleon.

MapServer digunakan sebagai pengembang applikasi pemetaan berbasis web yang dikembangkan oleh Universitas Minnesota. Team pengembang software tersebut menggunakan pendekatan Open Source sehingga software tersebut dapat diperoleh secara gratis, bebas dipergunakan, dimodifikasi dan didistribusikan. MapServer menjadi sebuah applikasi CGI executeable yang dapat digunakan dengan Web Server.

MapServer juga memberikan API (Application Programming Interface) yang disebut dengan Mapscript, sehingga seorang programmer dapat melakukan modifikasi pada peta. Dengan Mapscript dimungkinkan adanya pengembangan fungsi pemetaan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda. Hanya saja sebagian besar dari pengembang applikasi WebGIS bukan seorang programmer. Untuk dapat membangun applikasi pemetaan berbasis web dengan MapServer dibutuhkan beberapa skill diantaranya adalah :

  1. Web Server management

  2. Mapping server management (seperti membuat file *.map pada Mapserver)

  3. Desain grafis /layout interface (HTML)

  4. Interaction Programming (seperti PHP dan Javascript)

  5. Menyiapkan data

Chameleon sebagai sebuah produk dari Open Source yang dibangun dengan bahasa pemprograman PHP. Chameleon memberikan akses yang sederhana ke beberapa fitur yang hanya bisa diakses dalam MapScript dimana telah disediakan sebuah script yang telah jadi sebagai komponen yang dapat di gunakan. Dengan Chameleon seorang yang bukan programmer memunkinkan untuk memasukan komponen pada applikasi webGis.

Pengenalan Chameleon

Chameleon adalah framework yang dapat digunakan dengan baik pada webGis. Dapat digunakan secara berdampingan atau full integrated dengan dengan Mapserver berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh Open Geospatial Consortium (OGC). Gambar berikut mengilustrasikan konfigurasinya :

Gambar 1. Konfigurasi Chameleon yang digunkan dengan MapServer

DM Solution Group (Ottawa, Canada) adalah pengembang komponen yang re-usedable pada Chameleon. Komponen-komponen yang dikembangkan tersebut membangun Chameleon Framework.

Menggunakan Fungsi Chameleon

Chameleon terdiri lebih dari 300 script PHP yang memberikan fungsi dan akses “widgets” pada WebGIS. Kita tidak mesti mengetahui bagaimana script ini bekerja karena dibangun dengan PHP MapScript jadi disini kita dapat dengan mudah memberikan HTML tag. Sebagai contoh penggunaan HTML Tag seperti melakukan desain untuk menambahkan peta, scalebar, legend, query tool, printing tools dan applikasi-aplikasi lainnya.

Pengembang applikasi yang menggunakan Chameleon dapat melakukannya hanya dengan menambahkan Tag pada halaman HTML. Cara seperti ini disebuat dengan CWC2 tag sebuah konfigurasi untuk komponen client WebGIS. Penggunaan Tags ini memberikan metode yang sederhana dalam menambahankan sebuah halaman pada applikasi web. Gambar berikut ini menunjukan beberapa kode yang ada pada widget.

Gambar 2. Contoh kontent yang ada pada Widgets

Berikut ini juga beberapa contoh tag yang di letakkan pada file HTML :

Main map image :

Legend dengan kontrol layer visibility:

Scalebar :

Masing-masing tag memasukan parameter untuk melakukan modifikasi fungsi pada widgets. Ada lebih dari 100 widget yang dapat digunakan sebagian besar merupakan tools dan opsi yang dapat digunakan disisi user. Diantaranya adalah :

  1. ExpressionBuilder – untuk membangun fiter data.

  2. CatalogSearch – untuk mencari layanan OGC catalog

  3. MapSize – untk mengubah ukuran peta

  4. ProjectionSelector – untuk mengubah proyeksi peta

  5. PrintProduction – untuk menghasilkan file grafic print

Yang Dibutuhkan Saat Instalasi

Chameleon dapat di install dengan mudah pada banyak platform khususnya jika menggunakan file binary/paket Mapserver. Mapserver for Windows (MS4W) memiliki paket chameleon lengkap dengan contoh-contohnya. FOSS GIS Suite (FGS) merupakan installer untuk Linux yang juga telah menyediakan beberapa modul termasuk didalamnya adalah Chameleon. Kedua contoh paket yang disebutkan tadi telah termasuk didalamnya applikasi Web Server dan fungsi-fungsi PHP dan PHP mapscript yang siap digunakan.

Bekerja dari Contoh Applikasi

Chameleon telah menyedikan beberapa contoh applikasi yang siap dijalankan, biasanya menggunakan file PHP dengan terlebih dahulu memperhatikan beberapa setting berikut :

  1. Dimana lokasi file sistem chameleon berada

  2. File *.map digunakan untuk penggambar fitur atau untuk mengakses data

  3. Apakah file template HTML digunakan untuk layer.

Web desainer bisa hanya memfokuskan pada layout web dan tampilan webnya. Pengembang Applikasi Geospasial memfokuskan pada management tampilan peta dan interaksi dengan komponen, dan pemrosesan data sehingga dapat ditampilkan pada applikasi.

Tampilan Standart

Chameleon memiliki default skin yang terdiri dari beberapa tombol yang menggunakan CSS (cascaded style sheet). Web Desainer bisa saja menambahkan tombolnya sendiri. Gambar berikut ini menggambarkan tampilan websites berbasis Chameleon.

Gambar 3. Applikasi ini dikembangkan dengan Chameleon oleh PeopleGIS

Gambar 4. Applikasi yang dikembangkan dengan Chameleon oleh MapItOut

Interaktif Tools

Chameleon memberikan beberapa interaktif tools seperti dragging tools, zoom level dan lainnya. Kita tidak perlu melakukan setting pada Javasript ataupun pada komponen DHTML karena sudah terintegrasi dengan Chameleon. Ada beberapa keuntungan yang didapat menggunkan Chameleon :

  1. komponen yang re-usedable. Template atau widget yang di modifikasi dapat digunakan pada applikasi Chameleon yang lainnya.

  2. Advanced fitur seperti pencarikan kode pos, labelling, mengubah ukuran peta, printing, query dan lainnya.

  3. Siklus pengembangan yang singkat. Dengan memahami chameleon kita dapat membuat sebuah site dengan cepat.

Referensi :

1. Tyller Mitchell, Chameleon Web Mapping Framework, 2005

2. Tyller Mitchell, Web Mapping Illustration, 2005

Anonymous Proxy.. Apa dan Bagaimana?

Diawal bulan April yang lalu kita dihebohkan dengan adanya pemblokiran situs-situs yang dianggap tidak layak di tampilkan di Indonesia. Tapi ternyata pemblokiran tersebut masih dapat ditembus dengan mudah salah satunya dengan menggunakan Proxy. Apa sebenarnya Anonymous Proxy. Berikut adalah penjelasan singkatnya

PROXY

Proxy sebenarnya adalah sebuah applikasi yang digunakan untuk menyimpan webcache sementara di memori (server) nya sampai tidak ada yang mengakses lagi. Jadi jika kita kembali menggunakan file cache tersebut dan mengunjungi websites yang sama maka komputer tidak akan mendownload semua kontent yang ada di server tersebut karena sebagian besar isinya sudah disimpan pada file cache tadi sehingga menambah kecepatan download dan loading sebuah websites. Konfigurasi proxy dapat dilihat pada gambar berikut:

Dengan demikian penggunaan proxy sebenarnya tidak menghubungkan kita dengan internet secara langsung. Jika kita mengakses www.detik.com dengan sebuah browser maka browser yang kita gunakan akan meminta proxy untuk mendownload kontent yang ada pada detik.com. Proxy menyimpan kontent web tersebut pada file cachenya secara bersamaan kemudian jika kita ingin kembali mengakses detik.com Proxy akan membaca file cache tersebut terlebih dahulu sebelum mendownload file-file lainnya dari internet.

ANONYMOUS

Anonymous dapat dikatakan adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyembunyikan identitas agar tidak diketahui orang banyak. Jadi dapat kita artikan bahwa Anonymous Proxy adalah proxy yang digunakan untuk menyembunyikan identitas sebenarnya dan tidak diketahui darimana asalnya saat kita melakukan browsing. Identitas apa saja yang disembunyikan ? dan untuk apa disembunyikan ? identitas yang disembunyikan biasanya adalah IP Address dengan tidak mengirimkan HTTP_X_FORWARDED_FOR kepada remote host, Browser yang dipakai, Sistem Operasi yang digunakan dan Lokasi pengguna. Biasanya penyembuyian identitas digunakan untuk mengawasi pengguna internet (spamming, dll) dan juga untuk mencari jalur lain dari pemblokiran sebuah websites.

MENGGUNAKANNYA ?

Untuk menggunakna Anonymous Proxy yang dilakukan pertama kali adalah membuka alamat menyedia Anonymous Proxy tersebut melalui browser. Ada banyak penyedia yang memberikan layanan gratis ada juga yang trial 30 hari bahkan ada juga yang minta di bayar. List/Daftarnya klik disini. Salah satu contonya adalah http://spysurfing.com/index.php? kemudian tampil halaman seperti berikut :

Ketikan alamat websites yang memblokir IP anda / yang mau diamati misalnya http://ubuntu.com centang pilihan-pilihan yang mau di gunakan atau tidak. Kemudian klik Start Surfing. Tunggu sebentar maka akan muncul tampilan webnya seperti sediakala :

BAGAIMANA CARA KERJANYA ?

Seperti yang dijelaskan diatas Proxy menyimpan cache content sebuah websites pada memori di Server. Untuk kasus ini server Proxy berada pada http://spysurfing.com/index.php?. Waktu kita mengetikan alamat web htt://ubuntu.com pada halaman http://spysurfing.com/index.php? artinya kita meminta pada http://spysurfing.com/index.php? untuk mendownload kontent yang ada pada http://ubuntu.com. Kemudian http://spysurfing.com/index.php? menjadikan halaman http://ubuntu.com sebagai bagian darinya. Sekarang kita mengakses http://ubuntu.com secara langsung melalui http://spysurfing.com/index.php?.

Football Manager Linuxer - Bygfoot

Euro 2008 sudah dimulai. Pengen lagi rasanya maen CM (championship manager) atau FM (FootBall Manager) seperti dulu masa-masa di Dayeuhkolot. Cuma sekarang mau nyoba dan nyari yang bisa jalan di Linux. Setelah browsing-browsing akhirnya menemukan link ini. Namanya BygFoot sebuah permainan Football Manager yang sederhana. Langsung saja di install, buka dulu terminal jangan lupa masuk sebagai super user, ketikan perintah berikut untuk menginstall Bygfoot :

root@denny-laptop:/home/denny# apt-get install bygfoot

Reading package lists… Done
Building dependency tree
Reading state information… Done
The following packages were automatically installed and are no longer required:
libxml1 python-glade-1.2 python-gtk-1.2 libgladeui-1-common libglade0
Use ‘apt-get autoremove’ to remove them.
The following NEW packages will be installed:
bygfoot
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 21 not upgraded.
Need to get 1519kB of archives.
After unpacking 5923kB of additional disk space will be used.
Get:1 http://us.archive.ubuntu.com gutsy/universe bygfoot 2.0.1-1ubuntu2 [1519kB]
Fetched 1519kB in 50s (30.1kB/s)
Selecting previously deselected package bygfoot.
(Reading database … 205294 files and directories currently installed.)
Unpacking bygfoot (from …/bygfoot_2.0.1-1ubuntu2_i386.deb) …
Setting up bygfoot (2.0.1-1ubuntu2) …

root@denny-laptop:/home/denny#

Setelah selesai jalankan dengan membuka Applications > Games > Bygfoot

Selanjutnya kita diminta untuk menambahkan user isikan nama anda sebagai manager dan pilih klub/negara yang mau dilatih. Seperti biasa aku pilih Liga Italia. sedikit terkejut Klub Favoritku LAZIO malah nggak ada… komplain… ROMA di urutan no.1 (ni yang buat sepertinya Romanisti)… Akhirnya untuk percobaan aku pake Portugal di UERO 2008.

Mirip seperti CM dan FM disini kita bisa bertindak selayaknya seorang manager dan pelatih sepakbola. Kita bisa beli pemain, jual pemain, pasang strategi dan lain-lain..cobain sendiri. Mungkin kekurangannya di Grafis yang belum terlalu baik. Jadi inget sama CM di masa-masa tahun 1999 dan 2000 yang masih text based.

Agak susah, sewaktu pegang Portugal di EURO, pertandingan pertama bertemu Serbia Montenegro… Kalah 3-0, pertandingan kedua lawan tuan ruma Austria kalah juga 1-0.

Pertandingan Pertama

Pertandingan Kedua

Dua pertandingan kalah artinya Portugal pasti tersingkir. Daripada Stress mending di restart lagi…hehehehehe… Maen game kan buat ngilangin Stress bukan nambahin Stress… Bravo Sepak Bola.

Web Service Security


Security (keamanan) adalah hal yang penting dan harus di pahami oleh semua developer. Kita sering mendengar banyaknya websites yang di hack atau di deface seperti yang terjadi pada websites depkominfo baru-baru ini. Tentunya kita tidak ingin hal seperti itu terjadi pada websites yang kita kelola. Apa itu security ? untuk memahaminya dapat dilihat dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

1. Apakah kita bisa mengetahui siapa saja yang melakukan permintaan (request) terhadap layanan Web yang kita miliki ? Hal seperti ini sering disebut dengan authentication.

2. Apakah kita bisa mengetahui bahwa tidak ada pihak lain yang mampu membaca pesan yang ada dalam jaringan yang dimiliki? Untuk menjawab hal ini maka diperlukan adanya enkripsi.

3. Apakah seseorang atau sebuah program yang me request di perbolehkan untuk melakukan request tersebut ? Hal seperti ini disebut dengan author-ization.

Jadi ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk memberikan keamanan pada layanan berbasis web yang kita miliki. Berikut adalah gambarannya :

Authentication

Authentication terdiri dari dua proses yakni identifikasi dan validasi. Identifikasi diartikan bahwa sebuah request / permintaan untuk beberapa identitas. Identitas ini dapat berupa user ID dan pasangan password (kata kunci) atau sebuah sertifikat. Validasi adalah kesamaan identitas antara user ID dan password atau verifikasi dari sertifikat. Kemudian apakah ada standar dalam melakukan Authentication. Sebenarnya tidak ada standar khusus untuk authentifikasi layanan berbasis web dan juga tidak ada software khusus yang dapat dijadikan standart. Namun pada beberapa kasus pembangunan layanan dengan protocol HTTP dan J2EE sering digunakan untuk authentifikasi layanan berbasis web.

Pada sebagian besar skenario user authentication pada layanan berbasis web adalah mekanisme membangun protocol HTTP 1.1 yang memberikan banyak manfaat. Mekanisme ini dikatakan sebagai model dasar authentication dimana prosedur dasarnya adalah seperti berikut :

1. Sebuah Client melakukan permintaan secured URL.

2. Server memberikan respon balik dengan kode HTTP response 401 yang mengidentifikasikan perlunya authentication.

3. Client kemudian memasukan ulang permintaan dengan mengisi header authentication.

4. Server kemudian mem-validasi kebenaran user ID dan password pada database, jika ternyata hasilnya sesuai maka halaman yang request diberikan malalui HTTP response.

Kuncinya disini adalah header authentification. Ini adalah standart pada protocol HTTP yakni berupa encode dari user ID dan password yang belum terenkripsi.

Enkripsi

Ketika sebuah data di enkripsi ini artinya bahwa sebuah data dikodekan sedemikian rupa sehingga keamanan informasinya terjaga dan tidak dapat dibaca tanpa di deskripsikan kembali. Skema yang paling sering digunakan adalah public key encryption, yang dimulai dengan sebuah asumsi yang memiliki dua kunci. Satu kunci (public key) di distribusikan secara umum dan kunci yang lainnya (private key) tidak didistribusikan. Data tersebut di enkripsikan dengan public key dan untuk membukanya digunakanlah private key tersebut.

HTTP

Untuk memahami bagaimana HTTP bekerja kita harus kembali mengingat bahwa protokol HTTP dibangun pada posisi teratas dari TCP/IP stack. HTTP bekerja menggunakan socket TCP yakni sebuah standart untuk mentransmisikan paket melalui jaringan. Secure Socket Layer (SSL) adalah teknik yang sering digunakan untuk mengamankan komunikasi pada TCP/IP dengan menggunakan kriptograhy Public Key. HTTP berada diurutan teratas pada SSL. Dasarnya dapat dilihat seperti berikut :

1. Client mengirimkan request ke server untuk koneksi.

2. Server mengirimkan tanda certificate kembali ke client.

3. Client memverifikasi tanda cetificate tersebut pada list certificate authority yang dapat diterima.

4. Client men- generate session key yang akan digunakan untuk enkripsi dan mengirimkannya ke server dengan public key.

5. Server menggunakan private key ini untuk men dekripsikan session yang identifikasi.

Authorization

Authorization adalah proses untuk mengontrol akses ke resource. Proses dasar pada authorization adalah dengan menggunakan access control list yakni sebuah cara yang digunakan untuk menspesifikan sistem antara user dan resource sehingga dapat ditunjukan user mana yang punya hak untuk mengakses resource.

Masalah yang mendasar adalah tidak ada standar khusus pada layanan berbasis web. Hal ini dikarenakan standart pada layanan berbasis web lebih ditentukan oleh sistem komunikasinya bukan pada layanan web itu sendiri. Layanan web membutuhkan adanya interoperability untuk platform dan bahasa yang berbeda. Sebagai contoh perbedaan platform antara J2EE dan .NET tentunya akan memiliki authorization yang berbeda pula. Sehingga sulit untuk membuat sebuah standart authorization dengan perbedaan seperti ini.

Menggunakan MS4W

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa applikasi MapServer dapat dijalankan di Windows salah satunya dengan menggunakan sebuah paket applikasi yang disebut dengan MS4W. Download aplikasi MS4W di situs http://maptools.org. Jika menggunakan framework chameleon pilih versi 1.x (ms4w1.6) karena untuk MS4W versi 2.x menggunakan PHP5 yang tidak disupport dengan baik oleh Chameleon (chemeleon v 2.4.1). Setelah di download misalnya ms4w_1.6, selanjutnya extract isinya ke hardisk misalnya di D:\ (root saya di D karena pake dual boot) dan akan dibuat secara otomatis folder D:\ms4w. Kemudian eksekusi apache-install.bat. Ini adalah program untuk menjalankan service apache. Apache bawaan MS4W adalah Apache versi 2.0.50. Jika di Komputer sebelumnya sudah terinstall Apache atau webserver lain seperti IIS sebaiknya di uninstall terlebih dahulu atau di non aktifkan melalui Control Panel seperti berikut :

Buka browser dan ketikkan http://localhost kemudian akan muncul tampilan seperti berikut :

Jika proses instalasi masih gagal periksa kegagalannya pada log yang ada di D:\ms4w\Apache\logs.

PHP Mapscript

Ada sedikit konfigurasi yang dilakukan untuk mengaktifkan PHP/MapScript. Edit file php.ini yang berada di D:\ms4w\Apace\cgi-bin\php.ini kemudian tambahkan baris berikut pada Dynamic Extensions :

Kemudian restart service apache dengan mengeksekusi apache-restart.bat.

Untuk memriksa instalai PHP/MapScript buat script PHP berikut

<? php

echo ms_GetVersion( ) ;

?>

Simpan script tersebut dengan nama msinfo.php dan simpan di lokasi D:\ms4w\Apache\htdocs. Kemudian eksekusi script tadi melalui browser dengan mengetikan http://localhost/msinfo.php jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti berikut :

MapLab dan Chameleon

MapLab digunakan untuk mempermudah membangun applikasi WebGis. Applikasi ini bisa di download di http://maptools.org/maplab/ untuk download maplab 2.2.1 klik disini. Maplab menggunakan Java applet ROSA jadi membutuhkan Java Runtime Environtment (http://www.maptools.org/rosa/). Download file j2re-1_4_2_06-windows-i586-p.exe.

Download chameleon_ms4w-2.4.1-20060906.zip dan maplab_ms4w-2.2.1.zip. Kemudian install JRE install dengan opsi Typical.

Setelah JRE terinstall ekstrak file yang ada di chameleon_ms4w-2.4.1-20060906 di lokasi D:\ms4w\apps, juga di D:\ms4w\httpd.d dan D:\ms4w\apache\htdocs. Kemudian buka browser dan ketikkan http://localhost/maplab

Tahapan untuk instalasi MS4W selesai…

Belajar Paket Tracer 4.1 Kenapa tidak ???

Posted in Uncategorized on June 11, 2008 by putrayasa

Video laptop 1976 - yang akan datang

Posted in Uncategorized on June 3, 2008 by putrayasa

ARSITEKTUR RUMAH?? LIAT DI WORLD PAGES

Posted in Uncategorized on June 1, 2008 by putrayasa

Linux vs Windows

Posted in Uncategorized on May 30, 2008 by putrayasa